Sunday, 4 May 2014

9 Wanita Yang Menghiasi Kehidupan Bung Karno (SOEKARNO)



Tentu bagus jika Jokowi mengajak Pemda NTT
bekerja sama menyediakan kebutuhan daging masyarakat Jakarta. Apalagi
ada komitmen menganggarkan dana sebesar 2 triliun untuk program ini.
Baik itu dengan cara membeli daging, membeli sapi hidup, membeli
peternakan, atau membuat peternakan  baru. Bagus sekali.
Tapi saya mengerutkan kening saat Jokowi
menyindir BUMN yang berencana membeli peternakan di Australi. “…Dulu kan
beli peternakan di Australia, kenapa? Di sini (NTT) ada, peternakan
juga kok.” Katanya. Lebih-lebih langkah Jokowi ini dikaitkan dengan
upaya menghentikan impor daging.
Ternyata Jokowi tidak menguasai masalah
dengan baik. Dia tidak tau kalau BUMN memiliki peternakan raksasa di
padang savana Kabaru-NTT. Saya katakan raksasa karena luasya mencapai
7.000 hektar. Tahun 70-an peternakan ini pernah berjaya. Tapi sejak
tahun 80-an peternakan ini terbengkalai. Pada tahun 2012 Dahlan Iskan
mengintruksikan PT Berdikari mengambil alih peternakan ini dari PTPN 14.
Untuk dikelola secara intensif.
Walaupun peternakan seluas ini sudah
dikelola dengan baik. Peternakan ini hanya mampu menyediakan 5.000 sapi
siap potong pertahun. Kalaupun dikombinasikan dengan sistem kandang
paling hanya meningkat sampai 10.000 ekor. Jauh dari kekurangan sapi
nasional, yang mencapai setengah juta ekor pertahun.
PT Berdikari juga memiliki lahan peternakan
seluas 6.000 hektar di Sidrap-Sulsel. Di sana dilakukan teknik baru
dengan sistem kombong yang ditemukan oleh Ir. Ria Kusumaningrum dengan
dibantu ahli Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.  Sistem ini
sudah berhasil diuji coba. Belum ada peternakan di daerah lain atau
negara lain yang melakukannya. Termasuk Jawa dan Australia. Ir. Ria
merupakan alumni IPB tahun 2004 diangkat menjadi direktur PT Buli, yang
merupakan anak usaha PT Berdikari. Dengan sistem ini, lahan yang
mencapai 6.000 hektar itu bisa menampung 50.000 ekor sapi.
Setiap 10 hektar dibuat kandang terbuka
(kombong). Pagarnya dari kayu jabung yang cepat besar, ditengah-tengah
ada telaga. Disekeliling kombong itu 2 hektar ditanami rumput gajah, 3
hektar ditanami sorgum. Pada tahun 2012 Ir. Ria sudah membangun 15
kombong. Direncanakan akan ada 500 kombong di lahan 6.000 hektar.
Kombong berisi 200 anak sapi, atau 150 sapi remaja, atau 100 sapi besar.
Sapi-sapi yang sudah bunting dimasukkan dalam kandang tertutup untuk
diberi nutrisi lebih. Karena hebatnya sistem temuan anak bangsa ini, SBY
sampai menyempatkan diri meninjaunya secara langsung pada bulan
Pebruari yang lalu.
PT Berdikari juga sudah menjalin kerja sama
dengan Pemda NTB. PT Berdikari akan mengirim daging langsung dari
Sumbawa. Bekerja sama dengan Pemda mengelola Rumah Potong hewan (RPH) di
Bima dan lombok Barat. PT Berdikari juga bekerja sama dengan masyarakat
Pulau Sumbawa untuk pembudidayaan sapi. Masyarakat menyediakan bibit
sapi dan memelihara, PT Berdikari menyewa kandang, untuk selanjutnya
dibeli kalau sudah besar.
PTPN yang mengelola jutaan hektar kebun dan
milyaran pohon sawit tidak mau ketinggalan, ikut turun tangan. Berhubung
daun, pelepah dan bungkil sawit bisa menjadi pakan ternak yang murah
meriah. Tahun 2012 PTPN VI memulainya sebagai uji coba dengan 2.000 ekor
sapi. Program ini sukses.
Pada tahun 2013 Dahlan Iskan mengerahkan
lebih banyak PTPN lagi. Dan menargetkan 100 ribu ekor sapi. Tapi target
ini meleset menjadi 20 ribu ekor, terkendala sulitnya mendapatkan bibit
sapi. Pada tahun 2014 ini Dahlan Iskan kembali menargetkan 100 ribu
ekor. Tentu dengan belajar banyak dari kegagalan pertama. Dan
perusahaan-perusahaan suasta juga sudah mulai mengikuti langkah PTPN
ini. Mengintegrasikan perkebunan sawit dengan sapi.
Begitu banyak yang sudah dilakukan BUMN
untuk mengurangi ketergantunan impor daging. Dan begitu besar sekalanya.
Tapi mendadak kerja keras dan cerdas selama bertahun-tahun ini seolah
tidak ada artinya hanya dengan pemberitaan Jokowi yang bekerja sama
dengan Pemda NTT. Kerja sama yang baru berupa tanda tangan. Entah berapa
hektar peternakan yang akan dibangun, entah berapa sapi yang akan
dihasilkan pertahun, entah menggunakan teknik apa peternakan ini, entah
darimana jokowi mendapatkan bibit. Semuanya belum jelas.
Tapi bagaimanapun ketidak jelasan program
Jokowi. Statemennya yang menyindir BUMN telah membuat BUMN dan
pemerintah sekarang menjadi bulan-bulanan khususnya di media online.
Seolah tidak pernah melakukan apa-apa. Sebaliknya. Seolah Jokowi seorang
dewa, atau setidaknya pesulap yang bisa dengan sekejap membebaskan
Indonesia dari ketergantungan impor.
Sekali lagi saya tidak mengatakan program
Jokowi tidak baik. Sangat baik. Tapi kalau dibandingkan dengan apa yang
sudah dilakukan BUMN. Program Jokowi tidak ada apa-apanya. Sangat
ketinggalan. Baik dari segi waktu memulai, tehnik dan skalanya. Tidak
pantas Jokowi menyindir begitu.
Kapasitas Jokowi memang belum bisa
memikirkan dan menyelesaikan masalah nasional. Jokowi hanya mengandalkan
perasaan. Seperti perasaannya dulu saat mengatakan masalah banjir dan
macet Jakarta nampaknya tidak sulit-sulit amat diselesaikan. Tinggal
mengalokasikan anggaran.
Lebih-lebih setelah Kepala Dinas Peternakan
Provinsi NTT, Thobias Uly buka suara. Yang membuat orang-orang yang
terlalu berlebihan menilai program Jokowi sebagaimana mereka berlebihan
menilai mobil ESEMKA akan terkejut. Ternyata populasi ternak NTT masih
kurang. Dana investasi sebesar 2 triliun dari Pemda DKI Jakarta itu akan
digunakan untuk membangun fasilitas, meningkatkan SDM, dan mengimpor
sapi dari Australia. Selanjutnya akan dilakukan proses penggemukan di
NTT. Lalu dikirim ke DKI Jakarta. Wadduh…ternyata sapi Jokowi dari
Australi Juga. ***
http://sinarharapan.co/news/read/140501010/Populasi-Ternak-Sapi-di-NTT-Masih-Kurang

Saturday, 3 May 2014

Morena Remix Dugem 2014



JOKOWI , CAPRES PDIP DAN FRANS LEBURAYA , GUBERNUR NTT BERBOHONG DAN MENIPU WARGA NTT


penipuan + pencitraan yang ketahuan bohongnya adalah masalah " sapi
sapi sapi " yang katanya akan dipasok dari ntt ke jakarta 823 ribu ekor
sapi padahal kenyataannya menurut data BPS propinsi NTT adalah sangat
mustahil

kebutuhan konsumsi di ntt = 12,29 ribu ton atau setara dengan 58.535 ekor sapi . sedangkan ketersedian sapi potong ( jantan dewasa ) = 96 . 614 ekor . ada surplus 38.079 ekor


sedangkan seekor sapi betina hanya melahirkan 1 ekor setiap 2 tahun .
sedangkan pola pemeliharan sapi di ntt adalah tradisional ( lambat
pertumbuhannya ) yang artinya kalau sapi di konsumsi ntt sendiri maka
akan berkurang drastis setiap tahunnya karena pertumbuhan sapi yang
layak potong adalah berumur 2 atau 2 tahun setengah

saran veki
kepada jokowi capres pdip dan frans leburaya gubernur ntt , hentikan
penipuan + pencitraan di ntt , jangan menipu rakyat ntt dengan
pencitraan penuh kebohongn itu . . .

NB : tolong komen sesuai data dan postingan dan jangan asal emosional karena ketahuan kebohongan ini

http://ntt.bps.go.id/data/flippingbook/analisis%20pspk2011/index.html

Morena Remix Dugem 2014

Bergabunglah bersama sahabat anda yang sudah bergabung di www.fb.com/PrabowoSubianto - Demi mewujudkan #IndonesiaBangkit yang aman, damai, adil, sejahtera, berdikari dan berdaulat.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Salam Indonesia Raya.
Photo: Bergabunglah bersama sahabat anda yang sudah bergabung di www.fb.com/PrabowoSubianto - Demi mewujudkan #IndonesiaBangkit yang aman, damai, adil, sejahtera, berdikari dan berdaulat.

Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Salam Indonesia Raya.

Friday, 2 May 2014

NEW Goyang Morena Syahrini [HD]

KUPANG, KOMPAS.com -- Tokoh masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Lerik, menuding kunjungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ke Kupang pada Selasa (29/4/2014) lalu membohongi warga NTT, terutama dalam kaitannya dengan kerja sama pasokan sapi.

“Calon
presiden dari PDI Perjuangan Jokowi dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya
berbohong dan menipu rakyat NTT karena sapi di NTT tidak mungkin
memenuhi pasokan untuk Jakarta. Bagaimana bisa sapi yang katanya akan
dipasok dari NTT ke Jakarta 823.000 ekor, padahal kenyataannya menurut
data BPS Provinsi NTT itu sangat mustahil,” kata Viktor kepada Kompas.com, Jumat (2/5/2014).

Menurut
Viktor yang juga mantan Ketua DPRD Kota Kupang itu, kebutuhan konsumsi
daging sapi di NTT sebanyak 58.535 ekor sapi. Sementara ketersediaan
sapi potong (jantan dewasa) adalah 96.614 ekor sehingga terdapat surplus
38.079 ekor.

“Sementara itu, seekor sapi betina hanya melahirkan
satu ekor setiap dua tahun. Sedangkan pola pemeliharan sapi di NTT
adalah tradisional (lambat pertumbuhannya ), yang artinya kalau sapi
dikonsumsi NTT sendiri, maka akan berkurang drastis setiap tahunnya
karena pertumbuhan sapi yang layak potong adalah berumur dua atau dua
setengah tahun,” bebernya.

Apalagi, kata Viktor, Perusahaan
Daerah Pasar Jaya di Jakarta yang mengurus daging sapi bermasalah karena
selalu merugi dan terdapat temuan BPK yang mengindikasi ada korupsi
besar-besaran. Karena itu, Viktor menyarankan kepada Jokowi dan Frans
Lebu Raya agar segera menghentikan penipuan dan pencitraan di NTT.

“Jangan
menipu rakyat NTT dengan pencitraan penuh kebohongan itu karena rakyat
sudah tahu semua itu hanyalah pencitraan,” katanya.

Diberitakan
sebelumnya, Jokowi mengunjungi Kupang pada Selasa (29/4/2014) lalu.
Kunjungan ini terkait dengan kesepakatan di bidang peternakan antara
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara
Timur terkait pengadaan daging sapi. Kunjungannya ini juga
dilatarbelakangi kelangkaan dan mahalnya harga daging sapi di DKI
Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sunday, 20 April 2014

Iwan Fals - Bongkar (Live)

Menguak Pelan-Pelan Kepalsuan Jokowi
TERBUKTI, TERNYATA BODONG HABIS..............
PEMILU 9 April 2014 muncul keanehan-kenahen secara kasat mata, bahwa kebanyakan media-media

mainstream yang terindikasi dibayar untuk pencitraan Jokowi. langsung frustasi dalam menulis

semua berita dan mewartakan cerita bergambar dalam psikologis tertekan sekaligus terkesan

'marah'.
Media-media tersebut adalah:

1) First Media Grup (beritasatu1.TV beritasatu .com, suara pembaruan, Jakarta Globe, Suara

Pembaruan, The Straits Times, Majalah Investor, Globe Asia, The Peak, Campus Asia, Student

Globe, Kemang Buzz, Campus Life, Termasuk Beritasatu FM. First Media Grup adalah milik James

Riady (Lippo Grup), konglomerat yang bersahabat baik dgn Bill Clinton dan terlibat Lippo

Gate yg terjadi di AS, ketika James Riady cs tertangkap memberikan dana politik illegal

jutaan dollar kepada timses capres Demokrat Bill Clinton untuk pemenangan Clinton pada

pemilihan Presiden AS. Uang sumbangan James Riady cs itu kemudian terbukti berasal dari

China Global Resources Ltd, sebuah perusahaan kedok milik China Military Intelligence (CMI).

2) Media lain yang dikontrak mahal untuk pencitraan palsu Jokowi adalah Detik Grup. Awalnya

dan ngakunya milik Chairul Tanjung alias CT, tapi sebenarnya milik Salim Grup. Detik.com

Setiap hari, detikcom memuat berita tentang pencitraan palsu Jokowi puluhan bahkan kadang

lebih 100 berita. Chairul Tanjung hanya dipinjam nama dan bertindak untuk dan atas

kepentingan Antony Salim (Salim Grup).

3) Kompas /Gramedia Grup memang tidak segila detikcom siarkan Jokowi, tapi tetap punya KANAL

BERITA KHUSUS untuk mempromosikan Jokowi dan Ahok. Diprediksi menjelang masa pilpres 2014,

Kompas dan Gramedia Grup akan habis – habisan mendukung Jokowi – Ahok.

4) Jawa Pos Grup. Tidak melibatkan semua media milik Dahlan Iskan yang jumlahnya 185 TV,

Koran, Online media, dll itu. Sekitar 40% JawaPos Grup dikontrak. Namun, dipastikan jika

Dahlan Iskan mau sebagai capres, Jawa Pos Grup tidak akan terlalu mendukung Jokowi kecuali

mendapat permintaan khusus dari Chairul Tandjung, tokoh yang merekomendasikan Dahlan Iskan

ke Presiden SBY untuk ditunjuk sebagai Menteri BUMN tahun 2011 lalu.

5) Yang paling gencar dalam menjilat Jokowi adalah Koran Rakyat Merdeka. Ada saja berita

(palsu) istimewa tentang Jokowi. Kontraknya puluhan Milyar. Rakyat Merdeka, tertera milik

Margiono, Ketua Umum PWI Pusat.

6) Tempo (majalah dan Online) adalah media pelopor yg orbitkan Jokowi dengan penghargaan “10

Tokoh Terbaik (penghargaan abal-abal), hanya karena bisa pindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL),

itu pun dilakukan setelah hampir setahun bolak balik mengunjungi dan mengundang PKL makan

bersama. Fakta terakhir, PKL Solo kembali ke lokasi awal sebelum pindah karena di tempat

baru dagangan mereka tidak laku.

7) Tribunnews Grup (Bosowa dan Kompas) juga dikontrak untuk pencitraan palsu Jokowi.

Demikian juga Fajar Grup (Alwi Hamu/Dahlan Iskan). Alwi Hamu juga merupakan patner bisnis

Dahlan Iskan di media dan PLTU Embalut, Kaltim yang sarat korupsi itu.

8) Metro TV, tidak tahu sekarang dibayar berapa untuk kontrak pencitraan palsu Jokowi sampai

2014. Tapi saat Pilkada DKI puluhan milyar. Sejak dapat bisnis iklan dari Konglomerat –

konglomerat pendukung Jokowi, Metro TV jadi corong nomor satu Jokowi, disamping jadi corong

kampanye dan pencitraan Dahlan Iskan yang memberikan kontrak iklan luar biasa besar dari

BUMN – BUMN kepada Metro TV. Makanya, Surya Paloh, sebagai orang pertama yang didatangi

utusan PDI-P ke kantor Nasdem di Gondangdia Jakarta, pada 10 April 2014.

9) SCTV grup. Pemiliknya Edi dan Popo Sariatmadja malah menjadi cukong utama. Koordinator

media pencitraan Jokowi, membantu James Riady. Dukungan promosi dan kampanye yang diberikan

untuk Jokowi gratis alias tanpa bayaran, meski diduga sebenarnya sudah mendapatkan imbalan

dari dana pemenangan Jokowi yang telah terkumpul puluhan triliun dari sumbangan para

konglomerat hitam Indonesia.

10) Media raksasa lain seperti Vivanews grup (TV One, ANTV, Vivanewscom dll) milik Bakrie

meski kontrak dgn Cukong Jokowi tapi porsinya kurang dari 30%, dan masih melihat

perkembangan situasi dan kondisi politik nasional mengingat Aburizal Bakrie masih berstatus

Ketum Golkar dan kandidat capres. Salah satu yang sangat menonjol, ketika pemilik VivaNews,

Andri Bakrie langsung mencak-mencak marah kepada sidang redsksi VivaNews, ketika di halaman

depan ada iklan Jokowi. Dan, korbanya jajaran pimpinan redaksi VivaNews mundur semuanya.

DUNIA MAYA
Selain media cetak, televisi mainstream, sosial media seperti twitter, facebook, kaskus dll

juga dikontrak khusus. Lihat saja di sini. Bahkan di twitter juga mulai ada akun relawan

yang berusaha menjelaskan dengan kata-kata manis mengenai tingkah-polahnya yang anomali pada

tiap akun yang berkomentar negatif. Rumornya ia memiliki buzzer sebanyak 1500-2000an yang

mengelola lebih dari 10.000 akun sosial media . Buzzer adalah semacam pasukan bayaran

online, yang siap menjaga reputasinya di internet dengan cara menyusup di berbagai forum dan

kolom komentar untuk mendongkrak citranya. Para buzzer bayaran ini akan berkomentar positif

tentangnya dan menyerang habis-habisan mereka yang tidak melihatnya sebagai “dewa”. Dulu

waktu pilkada DKI, selain orang-orang yang permanen kelola akun untuk pencitraan Jokowi,

dibentuk juga Tim Jasmev. Puluhan Milyar biayanya. Lihat gambar yang sempat diambil saat

pemilukada DKI lalu ini:

Banyak akun palsu pembela Jokowi di sosial media. Untuk mendeteksi akun pembela Jokowi palsu

tidak sulit. Salah satunya, banyak hal yang disampaikan sangat tidak masuk akal. Begitulah

yang disampaikan Praktisi Teknologi Informasi, Chafiz Anwar, ketika dihubungi wartawan,

Jumat (1/11/2013).

Chafiz mengatakan ciri-ciri akun palsu yang digunakan, segi jumlah komentar melalui media

sosial yang serentak menyerang ataupun membela Jokowi. Padahal, hal itu tidak mungkin

dilakukan pemilik akun asli secara bersamaan. “Tidak mungkin komentar ribuan sekaligus

dilakukan oleh pemilik akun asli,” katanya.

Ciri lainnya yang juga mudah dianalisa, menurut Chafiz, adalah dengan membandingkan jumlah

pembaca dan jumlah komentarnya. Untuk masalah Jokowi misalnya jika ada yang mengkritiknya di

sebuah media online dan kemudian langsung ada serangan dari ribuan orang seperti itu pernah

dialami terakhir oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Assegaf dan itu bisa

ditegaskan kepalsuannya.

“Coba saja bayangkan berita yang mengkritik di sebuah media online itu. Baru beberapa saat

tayang langsung yang komentar ribuan, itu sangat tidak mungkin. Kalau bukan sebuah tim yang

mengerjakannya yang bisa saja terdiri dari puluhan orang,” tambahnya.

Yang paling mungkin kata dia lagi, yang baca satu orang tapi orang ini memegang ratusan

akun. Hal ini bisa dilihat jelas dari komentar-komentar pendukung Jokowi.

Ciri lainnya yang juga bisa diliat adalah ketidakjelasan identitas para pemain akun ini.

Biasanya mereka kata Chafiz, menggunakan nama-nama palsu dan foto-foto palsu atau

menggunakan gambar kartun. “Yah satu orang kan gak mungkin punya 10 akun dengan nama sama

dan foto yang sama.Sementara dari mereka satu orang minimal bisa memiliki 100 akun,” kata

Chafiz.

Mereka jelasnya lagi menggunakan mesin pendeteksi dengan keyword-keyword tertentu. “Misalnya

kalimat Jokowi belum pantas jadi presiden.Mesin mereka ini berjalan seperti halnya mesin

pencari google,begitu mesin mendeteksi ada kalimat atau kata tertentu yang dimasukkan,mereka

akan bergerak cepat dan membalas kalimat-kalimat tersebut,” tegasnya.

Iwan Fals - Bongkar (Live)

Menguak Pelan-Pelan Kepalsuan Jokowi
TERBUKTI, TERNYATA BODONG HABIS..............
PEMILU 9 April 2014 muncul keanehan-kenahen secara kasat mata, bahwa kebanyakan media-media

mainstream yang terindikasi dibayar untuk pencitraan Jokowi. langsung frustasi dalam menulis

semua berita dan mewartakan cerita bergambar dalam psikologis tertekan sekaligus terkesan

'marah'.
Media-media tersebut adalah:

1) First Media Grup (beritasatu1.TV beritasatu .com, suara pembaruan, Jakarta Globe, Suara

Pembaruan, The Straits Times, Majalah Investor, Globe Asia, The Peak, Campus Asia, Student

Globe, Kemang Buzz, Campus Life, Termasuk Beritasatu FM. First Media Grup adalah milik James

Riady (Lippo Grup), konglomerat yang bersahabat baik dgn Bill Clinton dan terlibat Lippo

Gate yg terjadi di AS, ketika James Riady cs tertangkap memberikan dana politik illegal

jutaan dollar kepada timses capres Demokrat Bill Clinton untuk pemenangan Clinton pada

pemilihan Presiden AS. Uang sumbangan James Riady cs itu kemudian terbukti berasal dari

China Global Resources Ltd, sebuah perusahaan kedok milik China Military Intelligence (CMI).

2) Media lain yang dikontrak mahal untuk pencitraan palsu Jokowi adalah Detik Grup. Awalnya

dan ngakunya milik Chairul Tanjung alias CT, tapi sebenarnya milik Salim Grup. Detik.com

Setiap hari, detikcom memuat berita tentang pencitraan palsu Jokowi puluhan bahkan kadang

lebih 100 berita. Chairul Tanjung hanya dipinjam nama dan bertindak untuk dan atas

kepentingan Antony Salim (Salim Grup).

3) Kompas /Gramedia Grup memang tidak segila detikcom siarkan Jokowi, tapi tetap punya KANAL

BERITA KHUSUS untuk mempromosikan Jokowi dan Ahok. Diprediksi menjelang masa pilpres 2014,

Kompas dan Gramedia Grup akan habis – habisan mendukung Jokowi – Ahok.

4) Jawa Pos Grup. Tidak melibatkan semua media milik Dahlan Iskan yang jumlahnya 185 TV,

Koran, Online media, dll itu. Sekitar 40% JawaPos Grup dikontrak. Namun, dipastikan jika

Dahlan Iskan mau sebagai capres, Jawa Pos Grup tidak akan terlalu mendukung Jokowi kecuali

mendapat permintaan khusus dari Chairul Tandjung, tokoh yang merekomendasikan Dahlan Iskan

ke Presiden SBY untuk ditunjuk sebagai Menteri BUMN tahun 2011 lalu.

5) Yang paling gencar dalam menjilat Jokowi adalah Koran Rakyat Merdeka. Ada saja berita

(palsu) istimewa tentang Jokowi. Kontraknya puluhan Milyar. Rakyat Merdeka, tertera milik

Margiono, Ketua Umum PWI Pusat.

6) Tempo (majalah dan Online) adalah media pelopor yg orbitkan Jokowi dengan penghargaan “10

Tokoh Terbaik (penghargaan abal-abal), hanya karena bisa pindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL),

itu pun dilakukan setelah hampir setahun bolak balik mengunjungi dan mengundang PKL makan

bersama. Fakta terakhir, PKL Solo kembali ke lokasi awal sebelum pindah karena di tempat

baru dagangan mereka tidak laku.

7) Tribunnews Grup (Bosowa dan Kompas) juga dikontrak untuk pencitraan palsu Jokowi.

Demikian juga Fajar Grup (Alwi Hamu/Dahlan Iskan). Alwi Hamu juga merupakan patner bisnis

Dahlan Iskan di media dan PLTU Embalut, Kaltim yang sarat korupsi itu.

8) Metro TV, tidak tahu sekarang dibayar berapa untuk kontrak pencitraan palsu Jokowi sampai

2014. Tapi saat Pilkada DKI puluhan milyar. Sejak dapat bisnis iklan dari Konglomerat –

konglomerat pendukung Jokowi, Metro TV jadi corong nomor satu Jokowi, disamping jadi corong

kampanye dan pencitraan Dahlan Iskan yang memberikan kontrak iklan luar biasa besar dari

BUMN – BUMN kepada Metro TV. Makanya, Surya Paloh, sebagai orang pertama yang didatangi

utusan PDI-P ke kantor Nasdem di Gondangdia Jakarta, pada 10 April 2014.

9) SCTV grup. Pemiliknya Edi dan Popo Sariatmadja malah menjadi cukong utama. Koordinator

media pencitraan Jokowi, membantu James Riady. Dukungan promosi dan kampanye yang diberikan

untuk Jokowi gratis alias tanpa bayaran, meski diduga sebenarnya sudah mendapatkan imbalan

dari dana pemenangan Jokowi yang telah terkumpul puluhan triliun dari sumbangan para

konglomerat hitam Indonesia.

10) Media raksasa lain seperti Vivanews grup (TV One, ANTV, Vivanewscom dll) milik Bakrie

meski kontrak dgn Cukong Jokowi tapi porsinya kurang dari 30%, dan masih melihat

perkembangan situasi dan kondisi politik nasional mengingat Aburizal Bakrie masih berstatus

Ketum Golkar dan kandidat capres. Salah satu yang sangat menonjol, ketika pemilik VivaNews,

Andri Bakrie langsung mencak-mencak marah kepada sidang redsksi VivaNews, ketika di halaman

depan ada iklan Jokowi. Dan, korbanya jajaran pimpinan redaksi VivaNews mundur semuanya.

DUNIA MAYA
Selain media cetak, televisi mainstream, sosial media seperti twitter, facebook, kaskus dll

juga dikontrak khusus. Lihat saja di sini. Bahkan di twitter juga mulai ada akun relawan

yang berusaha menjelaskan dengan kata-kata manis mengenai tingkah-polahnya yang anomali pada

tiap akun yang berkomentar negatif. Rumornya ia memiliki buzzer sebanyak 1500-2000an yang

mengelola lebih dari 10.000 akun sosial media . Buzzer adalah semacam pasukan bayaran

online, yang siap menjaga reputasinya di internet dengan cara menyusup di berbagai forum dan

kolom komentar untuk mendongkrak citranya. Para buzzer bayaran ini akan berkomentar positif

tentangnya dan menyerang habis-habisan mereka yang tidak melihatnya sebagai “dewa”. Dulu

waktu pilkada DKI, selain orang-orang yang permanen kelola akun untuk pencitraan Jokowi,

dibentuk juga Tim Jasmev. Puluhan Milyar biayanya. Lihat gambar yang sempat diambil saat

pemilukada DKI lalu ini:

Banyak akun palsu pembela Jokowi di sosial media. Untuk mendeteksi akun pembela Jokowi palsu

tidak sulit. Salah satunya, banyak hal yang disampaikan sangat tidak masuk akal. Begitulah

yang disampaikan Praktisi Teknologi Informasi, Chafiz Anwar, ketika dihubungi wartawan,

Jumat (1/11/2013).

Chafiz mengatakan ciri-ciri akun palsu yang digunakan, segi jumlah komentar melalui media

sosial yang serentak menyerang ataupun membela Jokowi. Padahal, hal itu tidak mungkin

dilakukan pemilik akun asli secara bersamaan. “Tidak mungkin komentar ribuan sekaligus

dilakukan oleh pemilik akun asli,” katanya.

Ciri lainnya yang juga mudah dianalisa, menurut Chafiz, adalah dengan membandingkan jumlah

pembaca dan jumlah komentarnya. Untuk masalah Jokowi misalnya jika ada yang mengkritiknya di

sebuah media online dan kemudian langsung ada serangan dari ribuan orang seperti itu pernah

dialami terakhir oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Assegaf dan itu bisa

ditegaskan kepalsuannya.

“Coba saja bayangkan berita yang mengkritik di sebuah media online itu. Baru beberapa saat

tayang langsung yang komentar ribuan, itu sangat tidak mungkin. Kalau bukan sebuah tim yang

mengerjakannya yang bisa saja terdiri dari puluhan orang,” tambahnya.

Yang paling mungkin kata dia lagi, yang baca satu orang tapi orang ini memegang ratusan

akun. Hal ini bisa dilihat jelas dari komentar-komentar pendukung Jokowi.

Ciri lainnya yang juga bisa diliat adalah ketidakjelasan identitas para pemain akun ini.

Biasanya mereka kata Chafiz, menggunakan nama-nama palsu dan foto-foto palsu atau

menggunakan gambar kartun. “Yah satu orang kan gak mungkin punya 10 akun dengan nama sama

dan foto yang sama.Sementara dari mereka satu orang minimal bisa memiliki 100 akun,” kata

Chafiz.

Mereka jelasnya lagi menggunakan mesin pendeteksi dengan keyword-keyword tertentu. “Misalnya

kalimat Jokowi belum pantas jadi presiden.Mesin mereka ini berjalan seperti halnya mesin

pencari google,begitu mesin mendeteksi ada kalimat atau kata tertentu yang dimasukkan,mereka

akan bergerak cepat dan membalas kalimat-kalimat tersebut,” tegasnya.